Secara letak geografis Pemerintah Desa Warungbanten berada di ibu kota Kecamatan. Sebagai desa yang paling dekat kecamatan tentu menjadikan Desa Warungbanten sebagai desa yang strategis dalam berbagai hal, terutama dalam sektor ekonomi. Demi menunjang peningkatan sektor tersebut, Pemerintah Desa Warungbanten melakukan berbagai kajian yang salah satunya mengkaji tentang potensi desa.
Dari sekian banyak potensi yang dimiliki oleh Desa Warungbanten terdapat satu potensi yang di nilai prioritas. Potensi tersebut adalah bendungan Cekdam yang terletak di Kampung Warungbanten. Bendungan Cekdam tersebut sejatinya sudah di bangun kisaran tahun 2003/2004, yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar serta pemenuhan air ke sektor pertanian. Namun, beriringnya waktu keberadaan Cekdam tersebut kurang terawat, sehingga pada tahun 2024 ini direncanakan untuk dilakukan perawatan serta pembuatan keramba apung untuk dilakukan budidaya ikan air tawar. Budidaya ikan tersebut bertujuan untuk menunjang ketahanan pangan di lingkungan Desa Warungbanten, mengingat program ketahanan pangan merupakan program yang diharuskan oleh Pemerintah Pusat.
Untuk merealisasikan kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Warungbanten berinisiatif untuk melakukan studi banding ke Desa Ketapang Kecamatan Wamasalam Kabupaten Lebak. Hal tersebut bertujuan untuk menggali ilmu terkait pengelolaan serta pembuatan keramba apung mengingat di daerah tersebut terdapat Wisata Bendungan Cikoncang yang menggunakan keramba apung sebagai salah satu metode yang digunakan oleh masyarakat.
Selain melakukan pembelajaran tentang keramba apung, Pemerintah Desa Warungbanten juga menggali ilmu tentang pengelolaan budidaya ikan air tawar. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah UPTD PBATP Dinas Perikanan Kabupaten Lebak yang berada di Desa Ketapang. Di tempat tersebut, terdapat budidaya ikan air tawar seperti ikan Mas, ikan Lele, ikan Nila, ikan Gurame.
Harapannya, pemanfaatan Cekdam bukan hanya berfungsi sebagai pemenuhan air untuk masyarakat dan area sektor pertanian saja, akan tetapi dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar atau bahkan sebagai tempat wisata alam yang dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).